Jumat, 26 Oktober 2012

Jenis Narasi: Rapuh (cerpen dari lagu rapuh-agnes)

Aku lagi ada di taman yang mengingatkan ku ke sahabat aku yang lagi menjalani pengobatan di Singapura gara-gara suatu kecelakaan.
Saat itu pagi yang cerah untuk awal pergi ke sekolah.
"tiiinn tiiinn" suara klakson berbunyi.Sudah ada yang nunggu aku di luar
"maaaahh, Wini berangkat sekolah dulu. Assalamu'alaikum" salamku
"waalaikum salam. Hati-hati ya" kata mamahku
Akupun pergi ke sekolah dengan  ayahku. Saat di tengah perjalananku aku melihat sahabatku yang aku suka, Willy dan dia sama pacarnya. Lumayan sakit tapi memang resiko jika jadi penggemar rahasia dia.
Sampailah aku di sekolahku tercinta. Aku melihat Willy sama pacarnya jalan mendahului aku dan seketika Willy pun berhenti dan dia nyuruh pacarnya itu agar duluan ke kelas. Willy pun menghampiri aku dan menyapaku
"Besok kita main yuk di taman" kata Willy.
"Oh oke, tapi gak apa-apa sama pacar kamu?"
"Iya tenang lah. Besok sore yah"
Kebesokan harinya. Aku pergi ke taman duluan tapi dia tidak ada. Aku tunggu dia sampai malam tapi dia tetap tidak datang. Disms tapi ga di bales.
"Willy ngerjain aku kali yah" marahku. Saat ditelepon, ada yang ngangkat tapi bukan suara dia.
"Hallo, ini temannya korban yah?" tanya suara yang disebrang
"Hah ? Korban ? Maksudnya apa ? Willy mana ?"
"Nak Willy kecelakaan, dia sedang di ICU"
Oke hanya mendengar dia kecelakaan saja hati aku sakit dan mulailah aku menangis di taman. Dan karena ada suatu penyakit yang emang parah. Dia terpaksa di rawat di luar negeri. Aku harus kehilangan dia untuk waktu yang lama, demi kesehatan dia. Oleh karena itu aku bikin video yang disana aku bernyanyi lagu Rapuh.
"Sebab ku sayang dia. Sebabku kasihi dia. Sebab ku tak rela. Tak selalu bersama. Ku rapuh tanpa dia seperti kehilangan arah"
Semoga dengan video itu, dia bisa ingat aku terus dan mungkin membuat dia sembuh. Aku sangat ingin dia kembali. Gak ada dia tuh hari-hari terasa hampa. Aku pun menangis gara-gara membayangkan Willy saat itu.
"Kok kamu nangis? Karna kamu sendiri?" aku kaget dan suara itu adalah Willy yang sekarang sudah menjadi dewasa, membuat rinduku menghilang.
"Willy!!!!" teriakku sambil menghampiri dan memeluk dia.
"Akhirnya kamu kembali juga" sambungku
"Aku sembuh karna kamu, makasih atas semua, termasuk videonya. Ternyata kamu orang yang paling berarti buat aku. Aku datang ke sini buat melamar kamu. Will you be mine forever?" pernyataan dia bikin aku shock berat.
"Aku mau Willy" akhirnya aku bersama dia selamanya. Ini lah yang aku nanti. Willy dan Wini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar