Dampak
pemantapan terhadap Menurunnya konsentrasi belajar Di Smpn 2 kota sukabumi
Bab 1. Pendahuluan
Ø Latar Belakang
Salah satu persiapan yang sangat
menunjang kesuksesan UN adalah pemantapan. Pemantapan yang dilaksanakan pada
jam 6 pagi di SMPN 2 Kota Sukabumi. Adapun kegiatan ini menjadi bermanfaat
karena dapat mempersiapkan diri untuk UN yang semakin mendekat. Namun
kenyataannya siswa belum siap karena harus bangun lebih awal dan kebanyakan
siswa selalu bangun siang dan selalu tidur malam, sehingga penulis menentukan
judul penulisan ilmiah ini.
Ø Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
maka penulis merumuskan masalah ilmiah ini sebagai berikut :
1.
Apa manfaat
pemantapan bagi siswa ?
2.
Mengapa
tidak sesuai dengan apa yang diharapkan ?
3. Bagaimana konsentrasi belajar siswa
saat pemantapan ?
Ø Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui manfaat bagi siswa
2.
Untuk
mengetahui sebab mengapa tidak sesuai harapan
3.
Untuk
mengetahui konsentrasi belajar di kelas
Ø Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai
berikut :
1.
Khususnya
bagi penulis agar mendapatkan nilai untuk mata pelajaran B.Indonesia
2.
Secara umum
bahwa penelitian dampak pemantapan terhadap menurunnya konsentrasi belajar
siswa SMPN 2 Kota Sukabumi sebagai karya ilmiah yang bisa dipertanggung
jawabkan
3.
Untuk
pembaca diharapkan dapat menjadi tambahan informasi
Ø Objek Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan di kelas
IX D SMPN 2 Kota Sukabumi pada tanggal 18 Januari 2012 sampai 6 Februari 2012
dengan biaya Rp. 15.000 ,-
1
Bab
2. Landasan teori
Untuk menguji keilmuan, penulis
mengambil sumber dari www.google.com tentang “Dampak Pemantapan” yaitu :
1.
Jenuh
dengan kegiatan pemantapan
2.
Tidak
konsentrasi
3.
Payah
setelah belajar setengah hari
Dan untuk teori “Menurunnya Konsentrasi
Belajar” penulis mengambil dari www.google.com yaitu :
1.
Perbedaan
fisiologis, seperti rasa lapar & haus
2.
Perbedaan
rasa aman, baik secara mental, fisik, dan intelektual
3. Perbedaan kasih sayang atau afeksi
Bab
3. Metodelogi dan teknik penulisan
Adapun penelitian
ini penulisan menggunakan teknik sebagai berikut :
1.
Observasi
untuk menemukan masalah
2.
Wawancara
untuk menggali informasi dari narasumber
3.
Test tulis
menentukan kesimpulan
4.
Kajian
Pustaka sebagai landasan teori keilmuan
2
Bab
4. Pembahasan
4.1.Observasi
Berdasarkan
observasi, maka penulis menentukan objek penelitian yaitu :
1.
Nama : Septiyani Gayatri
Umur : 14 tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
2.
Nama : Ristania Fidyani Hidayat
Umur : 14 tahun
Jenis
Kelamin : Perempuan
3.
Nama : Anggry Tri Hernizar
Umur : 14 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Ketiga objek penelitian tersebut diduga
bahwa mereka memiliki prilaku suka mengantuk di dalam kelas.
4.2.Wawancara
Penulis
membuat pertanyaan untuk ketiga objek penelitian yaitu :
1.
Apa
pengaruh dari pemantapan ?
2.
Kapan kamu
suka berangkat dari rumah saat pemantapan ?
3.
Apa yang
membuat kamu mengantuk di kelas ?
4.
Apakah bisa
diserap pelajaran yang diajarkan ?
5.
Menurut
kamu, bagaimana caranya agar mencegah tidur di kelas ?
Berdasarkan hasil wawancara dari ketiga
narasumber tersebut. Pemantapan bisa melatih kita untuk menjelang UN dan
membuat kita kurang tidur. Rata-rata berangkat jam 5.30. Karena kurang tidur
dan harus bangun shubuh, jadi mereka selalu mengantuk di kelas.
3
4.3.Test
Tulis
Berdasarkan
www.google.com . Ternyata harapan tidak selalu sesuai
dengan kenyataan. Fenomena Degradasi Pemantapan mulai menyentuh sebagian besar
siswa. Berbagai alasan muncul, seperti jenuh dengan kegiatan pemantapan mulai
menyentuh sebagian besar siswa. Berbagai alasan pun muncul, seperti jenuh
dengan kegiatan pemantapan, payah setelah belajar setengah hari penuh, tidak
berkonsentrasi, pelaksanaan pemantapan yang monoton, dll. Apapun alasannya,
semua itu menjadi bukti bahwa telah terjadi degradasi motivasi, hancurnya
kepercayaan, dan pesimis terhadap penyelenggaraan pemantapan.
4.4.Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian penulis tentang pemantapan, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa
jenuh dengan pemantapan dan karena pemantapan juga siswa menjadi pesimis
terhadap penyelenggaraan pemantapan.
Bab
5. Penutup
Penulis
akhirnya mengambil kesimpulan dari penelitian ini adalah kebanyakan siswa jenuh
dengan pemantapan dan karena pemantapan juga siswa menjadi pesimis terhadap
penyelenggaraan pemantapan. Adapun saran yang akan penulis anjurkan adalah
apapun yang dipelajari dalam pemantapan tersebut, kita harus terima apalagi
jika saat pagi-pagi, lebih masuk ke otak. Apabila kita lupa pelajaran yang
lalu, kita dapat menanyakannya kepada guru tersebut.